Popular Posts

Wednesday, 7 December 2016

PERTOLONGAN PERTAMA

Saat menemukan penderita ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menentukan tindakan selanjutnya, baik itu untuk mengatasi situasi maupun untuk mengatasi korbannya.

Langkah – langkah penilaian pada penderita
a. Penilaian Keadaan
b. Penilaian Dini
c. Pemeriksaan Fisik
d. Riwayat Penderita
e. Pemeriksaan Berkala atau Lanjut
f. Serah terima dan pelaporan

Penilaian keadaan
Penilaian keadaan dilakukan untuk memastikan situasi yang dihadapi dalam suatu upaya pertolongan. Sebagai penolong kita harus memastikan apa yang sebenarnya kita hadapai, apakah ada bahaya susulan atau hal yang dapat membahayakan seorang penolong. Ingatlah selalu bahwa seorang atau lebih sudah menjadi korban, jangan ditambah lagi dengan penolong yang menjadi korban. Keselamatan penolong adalah nomor satu.

Keamanan lokasi
Pelaku pertolongan pertama saat mencapai lokasi kejadian, haruslah tanggap dan dengan serta merta melakukan penilaian keadaan dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan seperti dibawah.
a. Bagaimana kondisi saat itu
b. Kemungkinan apa saja yang akan terjadi
c. Bagaimana mengatasinya
Setelah keadaan di atasi barulah kita mendekati dan menolong korban. Adakalanya kedua ini berjalan bersamaan.

Tindakan saat tiba di lokasi
Bila anda sudah memastikan bahwa keadaan aman maka tindakan selanjutnya adalah :
  1. Memastikan keselamatan penolong, penderita, dan orang-orang di sekitar lokasi kejadian.
  2. Penolong harus memperkenalkan diri, bila memungkinkan.
    • Nama Penolong
    • Nama Organisasi
    • Permintaan  izin untuk menolong dari penderita / orang
  3. Menentukan keadaan umum kejadian (mekanisme cedera) dan mulai melakukan penilaian dini dari       penderita.
  4. Mengenali dan mengatasi gangguan / cedera yang mengancam nyawa
  5. Stabilkan penderita dan teruskan pemantauan
  6. Minta bantuan.
Sumber Informasi
Informasi tambahan mengenai kasus yang kita hadapi dapat diperoleh dari :
·  Kejadian itu sendiri.
·  Penderita (bila sadar).
·  Keluarga atau saksi.
·  Mekanisme kejadian.
·  Perubahan bentuk yang nyata atau cedera yang jelas.
·  Gejala atau tanda khas suatu cedera atau penyakit.


Penilaian Dini
Penolong harus mampu segera mampu untuk mengenali dan mengatasi keadaan yang mengancam nyawa korban.

Langkah-langkah penilaian dini
a.  Kesan umum
Seiring mendekati penderita, penolong harus mementukan apakah situasi penderita tergolong kasus trauma atau kasus medis.
Kasus Trauma – Mempunyai  tanda – tanda yang jelas terlihat atau teraba.
Kasus Medis – Tanpa tanda – tanda yang terlihat atau teraba
b.  Periksa Respon
Cara sederhana untuk mendapatkan gambaran gangguan yang berkaitan dengan otak penderita
Terdapat 4 tingkat Respons penderita
A = Awas
Penderita sadar dan mengenali keberadaan dan lingkungannya.
S = Suara
Penderita hanya menjawab/bereaksi bila dipanggil atau mendengar suara.
N = Nyeri
Penderita hanya bereaksi terhadap rangsang nyeri yang diberikan oleh penolong, misalnya dicubit, tekanan pada tulang dada.   
T = Tidak respon
Penderita tidak bereaksi terhadap rangsang apapun yang diberikan oleh  penolong. Tidak membuka mata, tidak bereaksi terhadap suara atau sama  sekali tidak bereaksi pada rangsang  nyeri.

c.    Memastikan jalan napas terbuka dengan baik (Airway).
Jalan napas merupakan pintu gerbang masuknya oksigen ke dalam tubuh manusia. Apapaun usaha yang dilakukan, namun bila jalan napas tertutup semuanya akan gagal.
Pasien dengan respon
Cara sederhana untuk menilai adalah dengan memperhatikan peserta saat berbicara. Adanya gangguan  jalan napas biasanya akan berakibat pada gangguan bicara.
Pasien yang tidak respon
Pada penderita yang tidak respon, penolonglah yang harus mengambil inisiatif untuk membuka jalan napas. Cara membuka jalan napas yang dianjurkan adalah angkat dagu tekan dahi. Pastikan juga mulut korban bersih, tidak ada sisa makanan atau benda lain yang mungkin menyumbat saluran napas
d.    Menilai pernapasan (Breathing)
Periksa ada tidaknya napas dengan jalan lihat, dengar dan rasakan, nilai selama 3 – 5 detik.
Pernapasan yang cukup baik
  • Dada naik atau turun secara penuh
  • Bernafas mudah dan lancar
  • Kualitas pernapasan normal (<8 x/menit dewasa, <10 x/menit anak – anak, 20 x/menit bayi)
    Pernapasan yang kurang baik
    • Dada tidak naik atau turun secara penuh
    • Terdapat kesulitan bernapas
    • Cyanosis (warna biru/abu – abu pada kulit, bibir, atau kuku)
    • Kualitas pernapasan tidak normal
    e.    Menilai sirkulasi dan menghentikan perdarahan berat
    Pastikan denyut jantung cukup baik Pastikan bahwa tidak ada perdarahan yang dapat mengancam nyawa yang tidak terlihat. Pakaian tebal dapat mengumpulkan darah dalam jumlah yang cukup banyak.
    f.     Hubungi bantuan
    Mintalah bantuan kepada orang lain atau tenaga terlatih lain. Pesan yang disampaikan harus singkat, jelas dan lengkap.

    Penilaian dini harus diselesaikan dan semua keadaan yang mengancam nyawa sudah harus ditanggulangi sebelum melanjutkan pemeriksaan fisik.

    Pemeriksaan fisik
    Pemeriksaan fisik harus dilakukan dengan rinci dan sistematis mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tiga metode pemeriksaan fisik:
    1.      Penglihatan (Inspection)
    2.      Perabaan (Palpation)
    3.      Pendengaran (Auscultation)

    Jangan banyak membuang waktu untuk melakukan pemeriksaan secara rinci. Lakukan secara cepat tetapi pastikan tidak ada yang terlewat. Pemeriksaan fisik memastikan bahwa tidak ada yang terlewat.
    Beberapa hal yang dapat dicari pada saat memeriksa korban :
    P erubahan bentuk     - (Deformities) bandingkan sisi sakit dengan yang sehat
    L uka Terbuka           - (Open Ijuries) biasanya terlihat adanya darah
    N yeri                        - (Tenderness) daerah yang cedera lunak bila ditekan
    B engkak                   - (Swelling) daerah yang cedera mengalami pembengkakan
    Beberapa tanda cedera mungkin dapat jelas terlihat, banyak yang tidak terlihat dan menyimpan serius cedera potensial. Dengarkan penderita. Dengan mendengarkan dapat menunjukkan kepedulian dan memungkinkan mendapat informasi.

    Pemeriksaan fisik (Head to Toe)
    Amati dan raba (menggunakan kedua tangan dan dengan tekanan), bandingkan (simetry), cium bau yang tidak biasa dan dengarkan (suara napas atau derit anggota tubuh), dalam urutan berikut:
    1. Kepala
    • Kulit Kepala dan Tengkorak
    • Telinga dan Hidung
    • Pupil Mata
    • Mulut
    2. Leher
    3. Dada
    • Periksa perubahan bentuk, luka terbuka, atau perubahan kekerasan
    • Rasakan perubahan bentuk tulang rusuk sampai ke tulang belakang
    • Lakukan perabaan pada tulang
    4. Abdomen
    • Periksa rigiditas (kekerasan)
    • Periksa potensial luka dan infeksi
    • Mungkin terjadi cedera tidak terlihat, lakukan perabaan
    • Periksa adanya pembengkakan
    5.      Punggung
    • Periksa perubahan bentuk pada tulang rusuk
    • Periksa perubahan bentuk sepanjang tulang belakang
    6.      Pelvis
    7.      Alat gerak atas
    8.      Alat gerak bawah

    Pemeriksaan tanda vital
    • Frekuensi nadi, termasuk kualitas denyutnya, kuat atau lemah, teratur atau tidak . 
    • Frekuensi napas, juga apakah proses bernapas terjadi secara mudah, atau ada usaha bernapas, adakah tanda-tanda sesak napas.
    • Tekanan darah, tidak dilakukan pemeriksaan oleh KSR dasar.
    • Suhu, diperiksa suhu relatif pada dahi penderita. Periksa juga kondisi kulit: kering, berkeringat,kemerahan, perubahan warna dan lainnya.
    Denyut Nadi Normal :
    Bayi                : 120 - 150 x/menit
    Anak               : 80 - 150 x/menit
    Dewasa           : 60 - 90 x/menit

    Frekuensi Pernapasan Normal:
    Bayi                : 25 - 50 x/ menit
    Anak               : 15 - 30 x/ menit
    Dewasa           : 12 - 20 x/ menit

    Riwayat Penderita
    Selain melakukan pemeriksaan, jika memungkinkan dilakukan wawancara untuk mendapatkan data tambahan. Wawancara sangat penting jika menemukan korban dengan penyakit.Mengingat wawancara yang dilakukan dapat berkembang sangat luas, untuk membantu digunakan akronim : KOMPAK
    K = Keluhan Utama (gejala dan tanda)
    sesuatu yang sangat dikeluhkan penderita
    O = Obat-obatan yang diminum.
    Pengobatan yang sedang dijalani penderita atau obat yang baru saja diminum atau obat yang seharusnya diminum namun ternyata belum diminum.
    M = Makanan/minuman terakhir
    Peristiwa ini mungkin menjadi dasar terjadinya kehilangan respon pada penderita. Selain itu data ini juga  penting untuk diketahui bila ternyata penderita harus menjalani pembedahan kemudian di rumah sakit.
    P = Penyakit yang diderita
    Riwayat penyakit yang diderita atau pernah diderita yang mungkin berhubungan dengan keadaan yang dialami penderita pada saat ini, misalnya keluhan sesak napas dengan riwayat gangguan jantung 3 tahun yang lalu.
    A = Alergi yang dialami.
    Perlu dicari apakah penyebab kelainan pada pasien ini mungkin merupakan suatu bentuk alergi, biasanya penderita atau keluarganya sudah mengetahuinya
    K = Kejadian.
    Kejadian yang dialami korban, sebelum kecelakaan atau sebelum timbulnya gejala dan tanda penyakit yang diderita saat ini.
    Wawancara ini dapat dilakukan sambil memeriksa korban, tidak perlu menunggu sampai pemeriksaan selesai dilakukan.

    Pemeriksaan Berkelanjutan
    Setelah selesai melakukan pemeriksaan dan tindakan, selanjutnya lakukan pemeriksaan berkala, sesuai dengan berat ringannya kasus yang kita hadapi.
    Pada kasus yang dianggap berat, pemeriksaan berkala dilakukan setiap 5 menit, sedangkan pada kasus yang ringan dapat dilakukan setiap 15 menit sekali.
    Beberapa hal yang dapat dilakukan pada pemeriksaan berkala adalah : 

    Keadaan respon
    1. Nilai kembali jalan napas dan  perbaiki bila perlu.
    2. Nilai kembali pernapasan, frekuensi dan kualitasnya.
    3. Periksa kembali nadi penderita dan bila perlu lakukan secara rinci bila waktu memang tersedia.
    4. Nilai kembali keadaan kulit : suhu, kelembaban dan kondisinya Periksa kembali dari ujung kepala sampai ujung kaki, mungkin ada bagian yang terlewat atau membutuhkan pemeriksaan yang lebih teliti.
    5. Periksa kembali secara seksama mungkin ada bagian yang belum diperiksa atau sengaja dilewati karena melakukan pemeriksaan terarah.
    6. Nilai kembali penatalaksanaan penderita, apakah sudah baik atau masih perlu ada tindakan lainnya. Periksa kembali semua pembalutan, pembidaian apakah masih cukup kuat, apakah perdarahan sudah dapat di atasi, ada bagian yang belum terawat.
    7. Pertahankan komunikasi dengan penderita untuk menjaga rasa aman dan nyaman
    Pelaporan dan Serah terima
    Biasakanlah untuk membuat laporan secara tertulis. Laporan ini berguna sebagai catatan anda, PMI dan bukti medis.
    Hal-hal yang sebaiknya dilaporkan adalah :
    1.     Umur dan jenis kelamin penderita
    2.     Keluhan Utama
    3.     Tingkat respon
    4.     Keadaan jalan napas
    5.     Pernapasan
    6.     Sirkulasi
    7.     Pemeriksaan Fisik yang penting
    8.     KOMPAK yang penting
    9.     Penatalaksanaan
    10.     Perkembangan lainnya yang dianggap penting
    Bila ada formulirnya sertakan form laporan ini kepada petugas yang mengambil alih korban dari tangan anda.
    Serah terima dapat dilakukan di lokasi, yaitu saat tim bantuan datang ke tempat anda, atau anda yang mendatangi fasilitas kesehatan.

    semoga bermanfaat kawan-kawan :)

    CARA MENJAGA KESEHATAN JANTUNG

    Jantung merupakan organ pokok yang memegang kendali peredaran darah didalam tubuh. Jika jantung mengalami masalah, tentunya tubuh akan mengalami masalah pula. Bahkan, banyak orang yang meninggal akibat gangguan yang dialaminya pada organ jantung. Biasanya, penyakit jantung kerap menghampiri manusia yang mengabaikan kesehehatan jantungnya.





    Sebelum anda benar – benar terserang gangguan pada organ jantung, disini saya akan berbagi kepada anda mengenai tips untuk menjaga kesehatan jantung.

    Penyakit jantung adalah salah satu jenis penyakit yang sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa. Karena itu menjaga kesehatan organ jantung anda sangatlah penting. Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membuat jantung agar tetap sehat.


    Berikut hal-hal yang dilakukan untuk Menjaga Kesehatan Jantung

    1. Rajin Berolahraga
    Cara pertama yang harus anda lakukan untuk menjaga kesehatan jantung adalah dengan rajin berolahraga. Selain membuat badan menjadi bugar, olahraga ternyata juga mampu menjaga kesehatan jantung. Olahraga yang ampuh untuk menjaga kesehatan jantung adalah olahraga yang ringan seperti lari kecil, jalan – jalan, bersepeda, jalan cepat dan lain – lain. Lakukan aktivitas olahraga ini setiap hari. Jika sudah rutin menjalankannya, tak hanya jantung yang akan sehat, organ inti seperti paru – paru juga akan menjadi semakin sehat.

    2. Jauhi Rokok
    Rokok memang menimbulkan banyak masalah bagi kesehatan. Selain tidak bagus untuk kesehatan paru-paru, merokok juga tidak baik untuk kesehatan jantung. Kandungan zat – zat beracunnya sedikit demi sedikit akan merusak organ – organ penting dalam tubuh seperti jantung dan paru – paru.
    Meski efeknya tidak secara langsung, namun rokok memang sudah terbukti menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Daripada uang anda gunakan untuk membeli rokok yang kemudian akan memberi dampak buruk bagi tubuh, sebaiknya anda gunakan untuk membeli buah – buahan saja. buah seperti buah delima, jeruk dan apel merupakan buah yang kaya antioksidan. Kandungan itulah yang mampu menjaga kesehatan jantung manusia.

    3. Hindari Makanan Berlemak
    Cara ketiga untuk menjaga kesehatan jantung adalah dengan cara menghindari makanan yang banyak mengandung lemak. Lemak jahat yang banyak dikandung oleh makanan berminyak akan menyumbat pembuluh darah yang digunakan sebagai akses utama darah untuk menuju jantung. Selain itu, lemak juga akan membuat kadar kolesterol seseorang menjadi meningkat. Tentu kedua hal tersebut sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh manusia. Karena itulah, hindarilah makanan yang mengandung banyak lemak jahat seperti bebek goreng, gorengan dan makanan – makanan lain yang mengandung banyak minyak.

    4. Menjaga Berat Badan Ideal
    Kelebihan berat badan memang akan menimbulkan banyak penyakit. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh obesitas adalah penyakit jantung. Tumpukan lemak yang berlebihan di seluruh tubuh membuat jantung tidak dapat bekerja secara maksimal. Hal ini kemudian akan terjadi terus menerus hingga orang tersebut menyadari bahwa ia memiliki penyakit jantung yang sudah mulai memasuki tahap bahaya.

    5. Konsumsi Air Putih
    Untuk menjaga agar jantung tetap sehat, anda juga dapat melakukannya dengan mengkonsumsi air putih dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya. jika biasanya anda meminum air putih sebanyak 8 gelas, maka mulai sekarang biasakan minum air putih minimal 8 gelas setiap harinya. Lakukan kebiasaan tersebut settiap hari agar anda dapat merasa selalu sehat dan segar.

    6. Perbanyak Senyum
    Langkah selanjutnya untuk menjaga agar jantung tetap sehat adalah dengan cara memperbanyak senyum. Dengan tersenyum, pembuluh darah dalam tubuh akan membuka lebih lebar lagi. Hal ini kemudian memungkinkan darah untuk bebas mengalir ke jantung tanpa suatu hambatan tertentu.


    Demikianlah beberapa tips yang perlu anda coba untuk menjaga kesehatan jantung. Ingatlah bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itulah jagalah kesehatan jantung anda sebelum penyakit jantung benar – benar menyerang anda, semoga bermanfaat gan/sist 🙂